KOORPROV Papua Tengah: Refleksi Hari Desa Nasional 2026. Tantangan dan Peluang Pendamping Desa di Wilayah Provinsi Papua Tengah
Pendamping Desa di Tanah yang Tidak Mudah
Pendampingan desa di Papua Tengah bukan sekadar pekerjaan teknis administratif. Jarak yang jauh, akses transportasi yang terbatas, serta kondisi alam yang menantang menjadikan setiap kunjungan ke desa sebagai bentuk komitmen dan pengabdian. Di banyak wilayah pegunungan dan pedalaman, pendamping desa harus menempuh perjalanan panjang, menghadapi keterbatasan komunikasi, bahkan tinggal bersama masyarakat dalam kondisi yang sangat sederhana.
Selain tantangan geografis, pendamping desa juga berhadapan dengan kompleksitas sosial budaya. Keberagaman suku, bahasa, dan sistem adat menuntut pendamping untuk tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga memiliki kepekaan sosial, kemampuan membangun kepercayaan, serta sikap menghormati nilai-nilai lokal yang telah hidup turun-temurun.
Tantangan yang Masih Dihadapi
Dalam refleksi Hari Desa Nasional 2026, beberapa tantangan utama pendamping desa di Papua Tengah masih terasa nyata, antara lain:
Keterbatasan kapasitas aparatur desa, terutama dalam perencanaan, pengelolaan keuangan, dan pelaporan.
Minimnya infrastruktur dasar, seperti listrik, jaringan internet, dan sarana transportasi.
Masalah sosial multidimensional, seperti kemiskinan, stunting, rendahnya akses pendidikan dan layanan kesehatan.
Tuntutan administrasi yang tinggi, yang sering kali belum sepenuhnya selaras dengan kondisi riil desa.
Tantangan-tantangan ini kerap membuat pendamping desa bekerja jauh melampaui peran formalnya, menjadi fasilitator sosial, motivator, bahkan mediator di tengah masyarakat.
Peluang dan Harapan ke Depan
Pendamping desa memiliki peluang untuk:
Mendorong pembangunan desa berbasis kearifan lokal
Mengembangkan ekonomi desa yang bertumpu pada potensi alam setempat
Memperkuat partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan pengawasan pembangunan
Mengintegrasikan program prioritas nasional (KDKMP, Stunting, Ketahanan Pangan, BUMDes, Kemiskinan Ekstrem) dengan kebutuhan riil masyarakat desa
Dengan pendekatan yang lebih humanis, kontekstual, dan kolaboratif, pendampingan desa di Papua Tengah dapat menjadi contoh praktik baik pembangunan desa di wilayah khusus.
Makna Hari Desa Nasional bagi Pendamping Desa
Penutup
Refleksi Hari Desa Nasional 2026 mengajak kita semua untuk melihat desa Papua Tengah bukan dari keterbatasannya, tetapi dari potensinya. Pendamping desa, dengan segala tantangan yang dihadapi, memiliki peran mulia dalam menumbuhkan desa yang berdaya, mandiri, dan berakar pada nilai-nilai lokal.
Dengan dukungan kebijakan yang berpihak, kolaborasi multipihak, serta semangat pengabdian yang berkelanjutan, pendampingan desa di Provinsi Papua Tengah diharapkan mampu menjadi jembatan menuju desa yang sejahtera dan bermartabat.
Oleh: ASWAD. KoorProv TPP Papua Tengah


